// // 13 comments

Merdeka Dengan Posisi 69

Proklamasi / Sumber Google.com
Sekarang kita sudah nggak lagi melihat perjuangan dengan menggunakan bambu runcing, karena indonesia kini sudah merdeka. Semua senjata sudah diganti dengan senjata-senjata yang modern dan canggih buatan Rusia, bahkan buatan Amerika serikat sekalipun. Tapi dengan kecanggihan dan kemahalan harga dari senjata tersebut, apakah kita sendiri sudah merdeka dalam arti yang sesungguhnya? Tidak!

Yap, kita kerap kali bilang “merdeka” tapi kita nggak tau apa arti merdeka itu sendiri. Terutama untuk diri sendiri. Betulkan? Coba jelasin apa itu merdeka?

Menurut gue nih ya, merdeka untuk saat ini itu bukan lagi soal negara. Karena negara, memang sudah ada yang ngurus, udah ada yang mewakili di dewan perwakilan rakyat di senayan sana. Kita cukup mengawasi mereka dalam menjaga kemerdekaan negara ini, dengan cara berpikir yang kritis. Kalo mereka males kerja, omelin atau bully aja. hehe

Tentang logo hari kemerdekaan, gue tuh muak dengan desain nasional yang sering ditayangkan televisi. Selain monotone, juga nggak ada unsur seni kreatifnya. Mungkin ini akan menjadi catatan khusus untuk pemerintahan selanjutnya untuk yang lebih baik. Gue sih bisa komentar doang.. hehe
Tapi menurut gue merdeka adalah kedewasaan pemikiran dan perasaan kita sendiri, bisa membedakan yang baik dan yang salah, bisa menghargai orang lain dan mengontrol amarah. Dan masih banyak yang lainnya..

Seperti yang sering kita lihat sekarang, "mereka" ini hidup tak lagi bergotong royong dan tak lagi saling menghargai orang lain. Terutama dalam berkeyakinan dan beragama, lihat aja seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Bermunculan isu-isu tentang agama, bermunculan fitnah tentang agama demi kekuasaan, munculnya kelompok fanatis dan berbahaya.


Sesungguhnya, kita ini belum benar-benar "merdeka" dalam diri sendiri. Dikarenakan kita masih aja suka seenaknya aja kalo buang sampah, seenaknya aja kebut-kebutan di jalan raya tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sepertinya yang merdeka hanyalah negara doang, kitanya belum.


Selain yang di atas, emang apa ajasih merdeka itu Bang ting?
Nih, gue jelasin seadanya aja..

#Merdeka dari masa lalu.

Merdeka juga nggak hanya masalah negara, tapi juga soal asmara yang harus kita selesaikan tanpa harus menyakitkan hati sendiri dan hati orang lain.

Kalo ngelupain mantan dan menerima kenyataan itu adalah hal yang paling sulit bagi elo, sudah dipastikan jika elo itu sebenarnya belum merdeka sepenuhnya tentang perasaan. Sebab bagi gue, merdeka itu menerima apa adanya. Hadapi kenyataan dan segeralah melupakan tanpa harus saling mengungkit-ungkit masa lalu.

#Merdeka dari tekanan Dosen


Dosen itu ibarat Tuhan kalo di kampus, selalu aja menganggap dirinya adalah benar dan pendapat mahasiswanya selalu salah. Terutama saat kita memprotes sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dia bicarakan.. hmmm namanya juga dosen!

Dari kejadian seperti itu, kita juga wajib mengatur emosi dan berusaha untuk menghindari tekanan dari dosen yang demikian ribetnya jika berurusan. Agar kita tidak lagi merasa tertekan dengan ‘omelan-nya’ dan harus tetap menyerap Ilmu yang dia berikan.

Nah.. Apalagi dosen pembimbing skripsi bagi yang sedang skripsi, soalnya dosen pembimbing itu banyak aturan tapi selalu plin-plan seenaknya sendiri ngatur-ngatur. Sorry, gue udah ngalemin ini berkali-kali..

Mulai dicuekin sama dosen saat bimbingan, diomelin di hadapan umum, diusir dengan nada tinggi hingga harus mengulang apa yang telah kita buat sesuai keinginan dia.. hehe

#Merdeka dari pertanyaan sederhana tapi ngena di hati.
Oke, hampir semua orang pasti pernah merasakan dengan yang namanya sakit hati. Berbagai macam penyebabnya, mulai dari dicuekin, ditikungin, diremehin, dibully, hinggak ke yang paling sederhana yaitu “ditanyain” yang aneh-aneh.
Contoh :

Gue : Hai, apa kabar?
Temen : Baik... Hai kamu, kapan nih lulus kuliah?
Gue : *Njleeeb*

Pertanyaan itu sebenarnya sederhana, tapi momentnya aja yang pas banget dengan kondisi hati saat ini. Atau dengan pertanyaan tentang hubungan..
Contoh :

Gue : Hai, apa kabar?
Temen : Baik... Hai, itu pacar kamu ya? Kapan putus?
Gue : *lagi-lagi jleeb!*

Kira-kira begitulah "merdeka" dalam hari kemerdekaan Indonesia yang ke 69 ini, menurut gue.
Gue berharap sih bermanfaat bagi pembacanya, kalo enggak ya juga gapapa kok. Tapi jangan lupa komentarnya ya..

Selamat Ulang Tahun Indonesia, semoga tak ada lagi kekerasaan yang terlahir dari isu agama dan tetap dalam kesatuan sayap-sayap garudamu. Sampai kapan pun.

13 comments:

  1. Merdeka memang bukan cuma dari penjajahan aja, merdeka itu bisa dalam arti yang luas ... merdeka dari tugas kuliah contohnya hehehe..
    Salam kenal yo, bang :D
    BW Blog aku ya www.yudirahardjo.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Pertanyaan-pertanyaan nya ngena banget, ting. Hahah :v

    Salam kenal
    http://tupangboy.blogspot.com/2014/08/17-agustus-hari-kemerdekaan.html

    ReplyDelete
  3. MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

    ReplyDelete
  4. Setuju banget sama kalimat ini nih -> Sepertinya yang merdeka hanyalah negara doang, kitanya belum.

    Dan 3 poin di bawah itu ngehek banget. Tapi emang iya sih :D

    Salam, ThrwBlog

    ReplyDelete
  5. kurang bang, merdeka dari tekanan ekonomi. soalnya nasib anak kost harus difikirkan bang!

    ReplyDelete
  6. Seperti kata - kata Pak Soekarno kita "perjuangan ku tidak lah berat karena melawan penjajah. Perjuanganmu jauh lebih berat karena melawan bangsamu sendiri". Semoga di tahun depan Indonesia tidak terjadi perpecahan

    ReplyDelete
  7. Merdeka dari tekanan dosen bisa kok kalau kamu lulus :p

    ReplyDelete
  8. merdeka dari bayang-bayang mantan, ini perjuangan yang teramat sulit apalagi sama mantan yang sering minjemin duit kardus mie instant sudah mulai terlihat kosong

    ReplyDelete
  9. Lalu muncul sebuah pertanyaan sulit: Negara manakah yang sudah "merdeka" ?

    ReplyDelete
  10. merdeka? besuk wisuda poto sama siapa? :p

    ReplyDelete
  11. Semoga Indonesia lebih baik dengan posisi 69 ini. K. XDD

    ReplyDelete

Dimohon untuk berkomentar dengan penulisan yang baik dan sopan, agar mudah dipahami dan enak dibaca. Terima kasih :)