// // 6 comments

LEWAT RADIO AKU KATAKAN

Di awali dari sebuah suatu sore yang teramat berisik dengan suara Radio, terdengar sayup-sayup dari kejauhan suara hati yang sedang menjerit-jerit memanggil nama gue. Suara yang nggak asing lagi di kuping gue selama hidup bertahun-tahun di Kost ini.
Pintu di gedor, semakin lama sekakin nyaring bunyinya. Pelan-pelan tapi pasti, gue kecilkan suara Radio kesayangan gue, dengan sabar gue perlahan-lahan membuka kunci pintu depan Kost yang masih terkunci rapat. Dan beberapa detik kemudian Palak gue nongol.... “Astaghfirullah....” #Ala Krisyanto “Jamrud”. Ternyata dia adalah seorang peri dari jaman antah berantah datang dengan wajah garang, namanya Bu Tati. Ibu Kost gue.

Ada yang pernah denger nama ini sebelumnya?.
Oke gue ceritain, Nama ibu tati ini mungkin hanya terkenal di kalangan ibu-ibu pengajian sebelah Kost gue. Beliau adalah Ibu Kost, sekaligus pemilik rumah yang gue tempatin. #Yah, gue yakin anak TK juga tau itu...
Muka bu peri ini sedikit terlihat kusut banget, gue juga bingung. Apakah kusutnya muka Bu peri ini berhubungan dengan mahalnya harga cabe, atau berhubungan dengan langkanya telor gajah rebus yang beredar di pasaran.

Usut demi usut, akhirnya ibu peri yang cantiknya dunia akhirat ini menjelaskan ama gue. Bahwa gue telah mengusik ketenangan ibu peri dengan suara Radio Gue tadi. OH MY GOD!! “Ma’afiin saya bu peri, saya lupa bu.. kalo volume radio gue saat ini sedang ada masalah teknis bu. Akibatnya volumenya gak bisa di kecilkan. Ma’af sekali ya bu”. *Pelan-pelan gue cipok ibu peri itu. #Jangan tanya ini.

Ini gue lagi On Air, Percayalah kawan!!
Yah.. Harus gue akui, radio adalah salah satu media hiburan yang murah meriah sejak zamannya fir’aun belum kenal ama Facebook, twitter dan BBM. Cuma lewat radiolah, gue bisa mendengar berbagai macam berita, info terkini, lagu, dialog interaktif, dan ajang pencarian jodoh, yang juga menjadikan program radio terfavorit gue.

Dari lagu Sheila On 7 dengan lagunya “Radio” sampe ke “Radio Galau Movie” semuanya menjadi inspirasi tersendiri buat gue. Berbagai ide yang gue temui dari radio, mulai dari Tips-tips menjadi orang sukses, cara jitu menembak cewek, dan cara jitu agar di jauhi ama banci-banci.
Dari hal itulah, gue suka banget dengerin radio hampir setiap waktu gue. Sampai di titik terakhir bu peri “IBU KOST” membuat kesepakatan, agar setiap penghuni Kostnya gak boleh menyalakan Radio di atas jam “21.00 WIB”. FYI, Gue ini selalu mengikuti setiap peraturan di kost ini, mulai dari gak boleh naksir ibu kost, gak boleh Gantungin Kolor di depan pintu, sampe ke peraturan Gak boleh pacaran di kost.

Ma’af bu KOST, untuk radio gue gak bisa. Bukannya gue mau membangkang dari peraturan ibu kost, tapi gue gak mau Program “Cari Jodoh” di salah satu Radio Favorit gue itu terlewatkan dengan kejombloan gue begitu saja.

Setelah di keluarnya MOU dari ibu kost tersebut, gue gak bisa berbuat banyak lagi, selain berdo’a kepada tuhan atas kejomloan gue ini. #ini sangat tragis kawan!!
Hari demi hari yang gue lewati sekarang tanpa suara dari radio, mengharuskan gue banting setir menjadi seorang jomblo yang menghabiskan sisa-sisa kejombloannya dengan nongkrong dari suatu tempat ke tempat yang lain. Seperti di kafe, pinggir jalan dan di warnet.

Sejak itupun gue selalu bermimpi menjadi Announcer di sebuah radio, dengan modal iseng gue beranikan kegantengan gue ini di korbankan untuk menjauh dari radius “Ibu Kost” yang gue denger-denger lebih suka nonton sinetron ketimbang dengerin radio.

Keinginan gue berada di sebuah studio Radio pun terwujud, bahkan menjadi gue pengisi acara di setiap minggunya di Radio tersebut. Kesempatan ini gak akan gue sia-siain begitu aja. Gue selalu menyempatkan untuk menyapa teman-teman se Kost gue lewat Mic di Studio tersebut, Menyapa LDR-an gue yang jauh disana, dan Memaki-maki Ibu Kost lewat radio. #Turunkan harga beras bu kost!!

Sampe detik ini gue masih tetap mendengarkan radio di setiap kesempatan gue, meskipun masih banyak media hiburan lainnya yang lebih menarik dan lebih canggih. Tapi gue masih pertahankan sebuah media hiburan yang merakyat ini, apa lagi buat gue sebagai anak kost dan Penikmat “Jomblo” dan pecinta “LDR”.
#Sekain dulu ya postingnya..

Posting ini gue tujukan sebagai, keprihatinan gue terhadap radio-radio yang semakin hari semakin di tutupi oleh keramaiin media lainnya.
Makasih Kawan,... Komentar ya.. he he

6 comments:

  1. hihihihi, hidup beras ibu kos hidup beras <-- salah kaprah.

    Bener banget, tapi seperitnya radio ditempat aku khusunya masih rame rame aja sih, malah ada tuh yang sampe gak sempet ngebacain smsnya, saking banyaknya.

    Ngerti perkembangan lagu dengan santai dimana lagi kalau gak diradio, ngerti dapet tiket nonton konser gratis darimana lagi kalau gak diradio dengan santai.

    Dan darimana lagi kalau bukan radio bangsa indonesia menyemarakkan kemerdekaannya

    Hidup radio hidup ibu kostttt <-- eeh

    ReplyDelete
  2. Radio di rumah gue rusak, perbaiki dong....

    ReplyDelete
  3. hahahaha gua juga kalo di lab kerjain mesin juga cuma bertemankan radio tua produk cina.......... i love radio...... maklum jodi (jomblo abadi)

    ReplyDelete
  4. Radio itu playlist yang gak pernah bosen.
    karena yang pasti lagu-lagu yang diputar beragam.
    kalau ngomongin playlist di kompi, mungkin cepat bosen karena kapasitas harddisk gak mencukupi untuk nampung file2 lagu.
    hahah

    salam amburadul

    ReplyDelete
  5. Thanks yaa udh mengunjungi blog ak.. :)
    Radio jg bisa membantu biar ga jomblo lagi. Hehehe..
    Radio kan juga dibantu sama media, kayak facebook dan twitter.. Jadi ga ribet lagi buat sms, kirim salah dari radio. :D

    Baydeweh, kalo LDR-an tuh artinya jomblo yak? :P

    ReplyDelete

Dimohon untuk berkomentar dengan penulisan yang baik dan sopan, agar mudah dipahami dan enak dibaca. Terima kasih :)